Saturday, September 17, 2016

Koin

Gue punya koin.

Bukan koin spesial, bukan koin langka, bukan koin yg unik, bukan koin yang berbahan dasar emas. Cuma koin biasa berbahan nikel, ada tulisan angka 1000 di satu sisi, dan gambar angklung di sisi lainnya. Koin yang gue dapet dari kembalian makan nasi sama ayam goreng di deket kantor kemarin.

Koin yang diberikan ke gue pake tangan kanan pemilik sebelumnya, dan diterima juga dengan tangan kanan oleh gue. Koin yang langsung gue masukin kantong celana sebelah kanan, dan sempat gue lupakan karena kesibukan gue. Koin yang terus di kantong celana gue, sampai akhirnya terjatuh dari kantong gue saat gue mau naik ke dalam mobil.

Koin yang karena bunyi dari hasil pantulannya dengan jalanan di bawah, mengingatkan gue bahwa koin itu ada. Koin yang akhirnya gue cari di bawah pintu mobil gue yang masih terbuka. Koin yang akhirnya gue temukan tergeletak di jalan dan gue ambil kembali. Koin yang sekarang akhirnya berada di laci koin mobil gue, bergabung dengan teman-teman koin lainnya. Koin yang sedang menunggu saatnya untuk diambil lagi oleh gue, dan diberikan ke orang selanjutnya.

Kenapa gue concern dengan si koin?

Karena, koin itu sudah menjadi bagian kecil dari cerita hidup gue di hari kemarin. Karena, koin itu sudah kepegang oleh gue, dan sudah menempel sidik jari gue. Karena koin itu sudah gue ambil lagi dari jalanan, yang mana akan ada beberapa kemungkinan kalau gue ga ambil. Kemungkinan koin tersebut terlupakan oleh manusia dan hilang lenyap rata bersama tanah dan aspal. Kemungkinan koin tersebut ditemukan oleh orang lain dan mungkin bisa membantu orang lain tersebut untuk membeli segelas air mineral kemasan di sebuah warung.

Koin itu dibuat sedemikian rupa, hanya untuk sebagai alat ganti barter. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi terkadang dia bisa membantu seseorang untuk mengeluarkan kendaraannya dari parkiran. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi terkadang dia bisa membantu seseorang untuk kerokan dan membuat seseorang merasa lebih segar. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi dia sudah menempuh perjalanan yang sangat random, (mungkin) tersentuh tangan orang lebih banyak dari kita, sudah menjadi saksi bisu segala macam kejadian random.

Koin, yang mungkin sudah pernah gue temui sebelumnya, gue sentuh sebelumnya, namun tidak gue sadari karena ketidakunikannya dia. Koin, yang mungkin akan membantu gue bisa dipanggil bos oleh tukang parkir mini market. Koin, yang mungkin tidak bernilai, tapi sudah membantu banyak orang dan memiliki pengalaman petualangan yang lebih banyak dari gue. Koin, yang tetap pada bentuknya walaupun (mungkin) sudah dilempar-lempar orang.

Mungkin, gue bisa belajar banyak dari koin.


No comments: