Monday, February 18, 2013

Emosi Tumbukan

"Lo ga mau cari kerjaan baru lagi? Biar weekend lo ga penuh emosi lagi."

***

Kutipan kalimat di atas terucap dari mulut Lanang, seorang teman gue dari semenjak SMA, di sebuah restoran soto kudus di Jakarta Selatan. Gue yang duduk di samping Lanang, yang pada SMA juga duduk di samping Lanang, kaget dengan kalimat itu. Kaget pertama dengan pertanyaan, "Lo ga mau cari kerjaan baru lagi?" Dan kaget kedua dengan alasan dari pertanyaan pertama, "Biar weekend lo ga penuh emosi lagi."

Kaget pertama: "Lo ga mau cari kerjaan baru lagi?"
Pertanyaan tersebut cukup menyentil pikiran gue, karena gue sendiri juga sedikit ragu dengan pekerjaan gue saat ini. Apakah gue sudah cukup nyaman dengan pekerjaan saat ini? Apakah gue sudah cukup puas dengan pekerjaan gue sekarang? Ya, pertanyaan dari temen gue itu justru menimbulkan pertanyaan lebih banyak di kepala mengenai pekerjaan gue.

Kaget kedua: "Biar weekend lo ga penuh emosi lagi."
Penyataan di atas menjadi sebuah inputan penilaian dari temen gue yang melihat keadaan gue sekarang. Memang, yang tau diri kita ya kita sendiri. Tapi yang melihat dan menilai perilaku dari output yang ada di dalam diri kita adalah orang lain di sekitar kita, yang dalam hal ini adalah temen gue sendiri. Dia mewakilkan penilaian temen-temen gue yang lain, yang melihat bahwa gue akhir-akhir ini ga pernah enjoy dalam menjalani weekend. Dan gue cukup tersentil untuk kemudian sadar.

Gue menyadari, kalo di pekerjaan saat ini gue emang bisa lebih deket sama orang-orang terdekat. Lebih mudah ketemu mereka tepatnya. Tapi di sisi lain, ternyata mungkin gue kurang bisa mengikuti keadaan lingkungan yang mungkin menurut gue chaos, jauh dari keteraturan seperti yang biasa gue alami dulu. Dan hal seperti itu yang menyebabkan gue diakrabi oleh stress yang lebih besar dibandingkan dulu.

Ada yang bilang, bahwa gue terlalu tancap gas di lingkungan sekarang. Sehingga gue lebih stress dibandingkan dulu. Gue tancap gas karena memang kebiasaan gue di lingkungan lama yang selalu mengharuskan gue tancap gas, dan lingkungan sekitar pun mendukung. Sekarang, gue tancap gas di lingkungan yang terlalu chaos. Banyak tumbukan yang mau ga mau harus gue alami. Di fisika, tumbukan yang gue alami mungkin adalah semacam tumbukan lenting sebagian. Tidak beraturan, chaos, ada energi yang terbuang. Menyebabkan stress. Menghasilkan emosi.

Jadi, kembali ke pertanyaan utama, apakah gue ga mau cari kerjaan baru lagi? Keinginan seperti itu pasti ada melihat situasi yang seperti sekarang. Tapi, gue ga mau terlalu cepat ambil keputusan. Paling enggak, gue ga mau kejadian seperti di tempat lama terulang. Gue harus menyelesaikan tanggung jawab gue dulu di sini. Datum perficiemus munusWe shall accomplish the mission assigned.

No comments: