Monday, September 24, 2012

Just a Passenger of Pale Blue Dot

Oke, gue kurang suka dengan settingan baru blogger untuk custom domain. Yang mana hasilnya adalah blog gue harus diakses dengan alamat lengkap menggunakan "www" menjadi www.bagusaptopo.com, dan ga bisa naked doamin sekedar bagusaptopo.com. Ga masalah sih, cuma sedikit risih aja.

***

Seperti biasa, postingan pendek aja, karena kalo kepanjangan nanti bayar pulsanya mahal. (Dikata sms bayar per karakter??!)


Gambar di atas sengaja gue setting X-Large (khusus untuk yang buka via desktop browser),  karena di situ ada sebuah titik. Titik berwarna biru keputihan. Terletak di sekitar tengah garis coklat di kanan. Kalau sudah ketemu, gue beri tahu, titik itu adalah.. bumi. Bumi, tempat planet kita tinggal sekarang.

Foto di atas diambil dari jarak sekitar 6 milyar kilometer jauhnya dari bumi. Diambil oleh sebuah satelit buatan bernama Voyager 1, pada tahun 1990. Memerlukan waktu sekitar 13 tahun bagi satelit tersebut untuk mencapai titik tersebut, berputar, dan mengambil foto bumi dari jarak tersebut. Foto tersebut merupakan permintaan dari seorang penulis buku sekaligus astronom Amerika bernama Carl Sagan.

Terlepas dari data teknis dan bagaimana foto tersebut diambil, ada baiknya kita dalami baik-baik makna dari foto tersebut. Bayangkan, bumi yang sampai saat ini kita tempati sebagai rumah kita, yang kita anggap sangat luas, sangat besar, ternyata hanyalah sebuah titik pada jarak pandang seperti itu. Sebesar apa pun Tembok China, setinggi apa pun Burj Khalifa, tetap tidak akan terlihat. Tetap hanya bagian kecil dari titik tersebut.

Karena itu, gue coba selalu ingat titik di foto ini apabila gue merasa bahwa gue sudah menganggap diri gue paling hebat. Foto ini akan segera mengingatkan kembali, betapa hebatnya seseorang, tetap tidak ada apa-apanya apabila kita mau menyadari bahwa kita hanyalah bagian kecil dari titik tersebut. Tidak lebih. Mengapa harus selalu merasa paling hebat kalau ternyata kita hanyalah bagian titik kecil dari ciptaan Tuhan yang luas dan tanpa batas ini? ;)

Till next post!

"Consider again that dot. That's here. That's home. That's us. On it everyone you love, everyone you know, everyone you ever heard of, every human being who ever was, lived out their lives. The aggregate of our joy and suffering, thousands of confident religions, ideologies, and economic doctrines, every hunter and forager, every hero and coward, every creator and destroyer of civilization, every king and peasant, every young couple in love, every mother and father, hopeful child, inventor and explorer, every teacher of morals, every corrupt politician, every "superstar," every "supreme leader," every saint and sinner in the history of our species lived there – on a mote of dust suspended in a sunbeam."
-Carl Sagan, Pale Blue Dot: A Vision of the Human Future in Space

Image source:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/73/Pale_Blue_Dot.png
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/71/PaleBlueDot.jpg

Wednesday, September 19, 2012

Bersihin Debu Dan Surat Suara

Jadi ceritanya ini gue baru sadar bahwa blog gue ternyata sempet ga bisa diakses. Entah mengapa, Google ternyata merubah settingan CNAME untuk DNS bagi pengguna domain pribadi. Untungnya ga ribet buat setting DNS supaya bisa sesuai sama settingan Google. Google sendiri ngasih penjelasan yang cukup.

Nah, perkara di atas itu ketauan karena pada akhirnya, terhitung sejak bulan April, gue mencoba mengakses blog gue kembali. Ini kalo ibarat rumah, udah berdebu sama bersarang laba-laba. Kalo ibarat mobil udah pada karatan semua mesinnya. Kalo ibarat perjaka/gadis, udah pada bunuh diri disangka ga laku.

Busway, besok itu adalah Pemilihan Gubernur DKI putaran ke-II. Namun, hingga saat jari telunjuk gue selesai mengklik mouse dengan pointer di atas button "Publish", rasanya gue belom bisa menentukan pilihan siapa Calon Gubernur yang akan gue coblos besok. Sulit, belom bisa gue lihat mana yang benar-benar baik, mana yang benar-benar buruk. Mungkin lebih tepatnya, gue belom mendalami masing-masing calon. Jadi, gue masih punya waktu buat mikir, mendalami, (kalo perlu Shalat Istikharah), buat nentuin siapa yang akan gue coblos besok.

Terus, misalkan nih ya, sampe besok di bilik suara gue belom bisa menentukan pilihan gimana? Masalahnya adalah gue ga mau golput. Gue bukanlah orang yang akan menyia-nyiakan hak pilih gue demi keegoisan pikiran gue semata. Solusi dari problem di atas ke depannya mungkin bisa diatasi dengan solusi yang gue buat. Yaitu dengan surat suara yang lebih fleksibel seperti di bawah ini:


Pada surat suara di atas, gue menambahkan pilihan lainnya apabila pilihan yang tersedia ga ada yang menarik. Dan hebatnya lagi dari solusi gue adalah, kita bisa mengisi sendiri siapa calon yang menurut kita cocok sebagai calon gubernur. Brilian kan? Hebat kan? Wow kan? Iye kan? Hooh kan?

Well, well, well, tampaknya ide brilian gue itu ga akan bisa terealisasi dalam waktu dekat, atau bahkan selamanya. Jadi, mending sekarang gue semedi dulu cari petunjuk siapa yang bakal gue pilih besok. Mumpung libur juga, yuk ah. Eh, maaf buat yang ga libur. Salam kasur.