Thursday, November 24, 2011

Title what?

Banyak orang bilang hidup itu adalah pilihan. Semua yang terjadi pada diri kita saat ini, itu adalah hasil dari pilihan kita di masa lalu. Mungkin saat ini gue ga akan menulis ini kalo gue memilih untuk ga menyalakan laptop gue. Mungkin juga gue ga akan menyalakan laptop gue kalo aja gue memilih ga minta tolong si pengurus rumah tangga buat ngerestart modem. Atau, lebih jauh lagi, mungkin gue ga akan di Semarang saat ini kalo gue memilih untuk menolak tawaran pekerjaan gue saat ini, hampir 3 tahun yang lalu. Bottom line, semua pilihan kita di masa lalu memang adalah inputan kita ke alam semesta untuk membentuk skenario kehidupan kita.

Tapi, semua pilihan kita di masa lalu itu tentu ada konsekuensinya. Baik itu sesuatu yang baik dan menyenangkan, atau malah bisa menjadi sesuatu yang buruk dan tidak mengenakan. Karena itu, manusia seringkali berpikir akan seperti apa kehidupan di masa depan apabila mereka memilih keputusan a atau memilih keputusan b.

Ada manusia yang tidak mau ambil pusing, langsung saja memilih sesuai naluri mereka. Orang yang seperti ini cenderung percaya bahwa takdir memang sudah dituliskan. Ada juga manusia yang terlalu memusingkan keputusan yang akan diambil dengan memikirkan matang-matang apa yang akan dilakukan. Terkadang orang seperti ini terlalu lama berpikir, sampai akhirnya pilhan tersebut hilang dengan sendirinya, dan mereka mau tidak mau harus menjalani kehidupan yang sudah terlanjur terbawa arus. Lalu, ada juga orang-orang tersesat, yang percaya terhadap perkataan orang lain yang dianggap "pintar", atau biasa disebut dengan para peramal. Orang-orang yang percaya pada peramal seperti ini sebagian besar adalah orang yang tidak punya pendirian.

Tapi, apa pun yang terjadi di ke depannya, pasti ada sisi positif dan negatifnya. Mungkin saat ini gue merasakan periode buruk dari salah satu keputusan hidup gue. Tapi, kalo mau diliat sisi lain, gue bisa mengambil banyak sisi positifnya. Gue bisa nambah ilmu banyak, gue bisa nambah banyak temen, gue bisa jalan-jalan ke tempat yang belom gue liat sebelomnya. Walaupun memang tetap ada sisi buruknya yang membuat gue merasakan sangat-sangat tidak nyaman untuk saat ini.

Well, tapi gue kembali lagi ke sisi positif yang udah gue dapet. Semua hal positif dan yang menyenangkan gue dapet saat ini bisa gue jadiin bekal buat mengeliminir hal negatif yang sedang gue rasain saat ini. Dan di saat seperti ini, gue merasa bahwa gue udah ketemu ke persimpangan kehidupan gue selanjutnya. Gue harus menentukan keputusan yang harus gue ambil. Apakah keputusan a, atau keputusan b. Waktu terus memperpendek jarak gue dengan persimpangan itu. Gue harus segera mengambil keputusan.

No comments: