Saturday, March 21, 2009

Next Destination: Cilacap

Yak, sekarang gue udah di Cilacap. Untuk 20 hari ke depan, gue akan menghabiskan waktu gue di sini.



Pertama kali masuk ke kota Cilacap, tiba-tiba cuaca jadi gerimis menuju hujan, padahal langit cerah. Yah, paling enggak itu cukup buat ngegambarin isi hati gue. Di satu sisi gue seneng dapet pengalaman baru, di sisi yang lain gue sedih karena gue sendirian di sini. Belom ada yang gue kenal, kecuali Pak Tanto.



Sejauh ini, perbedaan dan persamaan yang gue rasakan antara Cilacap dan Jakarta adalah:

1. Cilacap beda letaknya di peta. (Yaiyalah!)

2. Cilacap di selatan Jawa, Jakarta di utara. (Ekhem.)

3. Cilacap nyamuknya jarang (yay!), tapi semutnya banyak dan suka gigit. Huhuhu.

4. Makanannya ga begitu mahal. Hehe.

5. Cilacap jarang ada mini market gitu, tapi ada warung sih di deket sini.

6. Cilacap sama panasnya kaya Jakarta.

7. Cilacap punya pantai juga.



Well, itulah sedikit gambaran tentang Cilacap. Untuk sekarang dan mungkin beberapa hari ke depan gue masih terus mendengarkan Adelaide Sky-nya Adhitia Sofyan untuk mengobati homesick gue.



Yah, paling enggak gue bukan di planet yang lain, jadi gue ga perlu bingung bikin pesawat antariksa buat pulang. Gue bukan di benua yang lain, dimana gue ga perlu bingung bayar tiket pesawat mahal buat pulang. Gue juga bukan di beda pulau, dimana gue ga perlu berenang buat pulang, karena emang gue ga bisa renang. Tapi yang pasti gue ada di satu pulau yang sama dengan Jakarta, dimana dengan jalan kaki aja gue udah bisa pulang.





Sent from my KarceBerry® smart calculator, pake Karce pasti untung!

No comments: