Monday, August 4, 2008

Inikah sisi melankolis gue?

Setelah disadari, ternyata gue udah lama juga meninggalkan blog gue. Gue membiarkan blog gue terbengkalai. Rentetan kesibukan mulai muncul satu persatu buat gue selesein satu-satu. Mulai dari urusan kuliah sampe urusan suatu project dengan teman-teman gue. Gue cuman berharap, gue masih bisa fokus sama semuanya.

Dari segala rentetan kesibukan itu, gue masih sempet buat nonton. Salah satunya adalah The Dark Knight, tiga minggu yang lalu. Jujur aja, itu klimaks gue buat nonton film. Untuk saat ini, itu film terbaik yang pernah gue tonton.

Adegan demi adegan disuguhin Christopher Nolan ke penonton. Mengundang segala macam decak kagum, hingga klimaksnya pada sebuah aplaus panjang. Baru kali ini, gue nonton film sambil denger aplaus panjang dari seluruh penonton. Aplaus tersebut diberikan saat adegan truk yang dikemudikan Joker dijungkirbalikkan 90 derajat tegak lurus oleh Batman. What a scene? Gue, jujur langsung mangap ngeliat adegan itu.

Selesai nonton film itu, gue cuman bisa bengong, terdiam, terkagum, tersenyum, lalu bertanya. Buat apa sih selama ini gue nonton film?

Selama dua hari gue ga bisa nemuin jawabannya. Setiap gue tanyain ke temen-temen gue. Jawabnya simple, buat menghibur diri. Oke, jawabannya bener, tapi tetep ga menjawab pertanyaan gue. Itu bener, tapi ga tepat.

Gue terus berpikir.
Berpikir.
Berpikir.

Hingga akhirnya gue menyadari sesuatu. Gue nonton film itu untuk ngeliat segala macam kecanggihan dan segala macam ide gila campur jenius dari sang sutradara yang bercampur dengan akting sang aktor/aktris.

Lalu berlanjut dengan menyadari, bahwa semua itu adalah karya Tuhan. Sutradara jenius itu, yang nyiptain adalah Tuhan. Semua aktor/aktris itu, yang menciptakan mereka tentunya Tuhan. Dan semua elemen yang ada di film itu, semua ciptahan Tuhan.

Kesimpulan gue, gue menonton film itu untuk mensyukuri nikmat Tuhan.

Sebuah jawaban yang cukup menyadarkan gue tentang bersyukur. Gue sadar, masih banyak yang belum gue syukuri di hidup gue.

Dan kalo gue mau bersyukur, ternyata setiap saat gue harus bersyukur sama yang di Atas.

Gue bersyukur masih dikasih penglihatan untuk menonton film. Diberi pendengaran untuk mendengar suara-suara megah yang keluar dari film. Diberi penciuman untuk mencium bau khas bioskop dengan aroma popcorn para pengunjung. Diberi indera perasa untuk merasakan empuknya kursi bioskop. Diberi mulut untuk mengutarakan komentar film yang selama ini gue sadari gue banyak mengkritisi dari sisi negatif.

Selain itu, masih banyak yang bisa gue syukuri.

Gue bersyukur keluarga gue mampu membelikan gue komputer dan memakai internet untuk menulis blog. Walaupun kadang, sebagai manusia biasa yang ga pernah luput dari kesalahan, gue buka hal yang negatif. Gue ga munafik, gue akuin itu.

Gue bersyukur masih bisa sekolah sampe sekarang. Gue bersyukur, keluarga gue masih mampu untuk beli makanan dan segala macam kebutuhan, dimana masih banyak orang yang sebenernya lebih membutuhkan daripada gue.

Gue bersyukur, diberi keluarga yang selalu mendukung gue di setiap kondisi yang gue hadapi.
I love you all.

Gue bersyukur, punya teman-teman yang membantu gue dalam proses pendewasaan gue sebagai manusia.
I love you all.

Gue bersyukur, punya seseorang yang gue sayang, yang dia juga sayang gue.
I love you hun.

Gue bersyukur, sampai saat ini masih dikasih kesempatan untuk mensyukuri segala macam pemberianNya, bertobat untuk kembali ke jalanNya, terus menyembahNya, hingga akhir hidup gue.
I love my God.

Huff.

4 comments:

Rival said...

hahahaha... akhirnya posting juga,,,

sama gw juga ga ngerti ama alur ceritanya.. bingung, ampe skrg pun gw blom ngerti, gw tanya temen2 ama sodara gw juga ga ngerti juga..bener2 bagus tuh film...

Khariss Juliman said...

widih!! The Dark Knight juga, hahahaha...

Eh Bung, tumben postingnya agak bermakna gini? huahahahahh...

eCHo CoLaTE said...

Emang bener Heath Ledger mati abis maion di film Dark Knight???
www.echonaswable.blogspot.com
-Jejaka Lugu-

Anonymous said...

0 6
185 1
141 8
157 7
437 8
612 8
643 0
350 4