Friday, June 27, 2008

Stripping

Orangnya lagi strip tease... eh bukan, maksudnya lagi stripping. Tenang, bukan stripping sinetron, tapi stripping sesuatu hal yang sudah dikejar-kejar oleh seseorang. Maksudnya kejar deadline!

Deadline sebuah project. Tunggu tanggal mainnya okeh! Doakan!
Hihihihi.

Satu lagi, ada satu hal yang bikin gue ga bisa menjelajahi dunia yang fana ini. Dikarenakan, ISP gue pelit... oke, quota gue abis. Spidi bapet!

Udah deh, gitu aja. Intinya, I'm on hiatus.

Hehehehe.

See ya when I see ya!

Thursday, June 19, 2008

Pesawat Jatoh

Gue udah lama ga buka YM. Baru dua hari ini gue mulai (sedikit) aktif lagi di YM. Akhirnya, gue bisa punya waktu lagi buat ceting iseng ga penting di YM.

Contohnya malem ini, pas gue lagi ceting sama salah satu temen gue, aEro. Pertamanya gue masih ngobrol-ngobrol ga jelas, terus dia mau ngerjain tugas, terus akhirnya Ero minum baygon gara-gara ga bisa nyelesein tugasnya.

Enggak, yg bener pas Ero mulai ninggalin gue buat ngerjain tugas, birahi iseng gue tiba-tiba bergejolak. Berhubung di window cetingan gue sama Ero lagi pake IMVironment Doodle. Jadi, mulailah gue konak berimajinasi. Membuat sebuah maha karya yang bakalan menyaingi Monalisa karya Leonardo Da Vinci.

Inilah karya gue:
Pesawat Jatoh, by: Bagus Saptopo.

Jadi, ceritanya pada suatu hari yang cerah di sebuah pegunungan yang asri, ada seorang petani padi bernama Tumijan sedang menuai padi. Dari arah timur, terbang pesawat dengan kecepatan tinggi. Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Budi mengangkut 176 penumpang termasuk awak pesawat.

Pesawat terbang sangat tenang, hingga tiba-tiba ada sebuah ledakan di ekor pesawat. Ternyata pesawat tersebut telah dipasangi bom oleh teroris yang mengatasnamakan kelompok mereka: JBN (Jamaah Babi Ngepet).

Kapten Budi panik, radio pesawat juga mati karena ada hubungan arus pendek yang merusakkan radio komunikasi pesawat. Akhirnya Kapten Budi membuka jendela pesawat dan dengan segenap kekuatan yang dimilikinya ia berteriak, "TOLOOOONNNGGG!"

Tumijan, petani yang berada di bawah mendengar teriakan penuh birahi dari Kapten Budi tersebut. Tumijan panik, tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya bisa berteriak juga. Maka ia pun berteriak, "Pesawat jatooohhhh!"

Di lain tempat, Clark Kent yang sedang tidur siang di apartemennya tiba-tiba terbangun mendengar teriakan dari Tumijan tersebut. Ia sadar, akan ada bahaya yang mengancam nyawa orang banyak. Ia harus bergerak cepat. Ia lalu membuka kaus kutangnya dan memakai baju biru ketat andalannya. Tidak lupa juga memakai celana dalam berwarna merah di bagian luar. Clark Kent berubah menjadi Superman, lalu kemudian terbang keluar dari apartemennya.

Teret tetet tetet!

"It's a bird..." kata bapak-bapak tua yang sedang berjalan di trotoar kota Metropolis.
"It's a plane..." kata ibu-ibu tua yang berada di sebelahnya, yang juga istrinya.
"It's Superman!" tiba-tiba seorang anak kecil berteriak dengan semangat melihat jagoannya sedang terbang tersebut.
Sontak, warga Metropolis pun berteriak histeris dan bertepuk tangan. Beberapa ada yang langsung mengeluarkan handphonenya yang berkamera dan langsung mengambil gambar Superman terbang tersebut.

Superman melaju kencang di atas bumi. Hanya dalam waktu 10 detik ia sudah sampai di lokasi kejadian. Dimana pesawat yang dipiloti Kapten Budi sedang meluncur jatuh ke bawah. Entah mengapa, tiba-tiba Superman bisa berbahasa Indonesia dan langsung berkata, "Tenang."

Sungguh contoh seorang superhero yang tanpa pamrih.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah ini?

Ada baiknya anda lanjutkan sendiri, karena saya malas melanjutkannya dan sudah ingin menonton sepakbola Euro 2008, antara Swedia melawan Rusia.

Yuk ah,
marih!

Monday, June 16, 2008

Betmen, itu jagoanku!

Udah seminggu lebih gue ga posting. Duuuhh, bener-bener bulan ini tuh bulan yang cukup meribetkan gue. Banyak deadline yang menghantam, 4 ujian praktikum yang bikin tepar dan bentar lagi gue harus mulai UAS.

Disamping itu, ada satu dan lain hal yang harus gue kerjakan bersama teman-teman gue. Semacem project yang cukup gede. Mudah-mudahan, hal itu bisa terealisasikan. Amin.

***

Beberapa hari yang lalu, gue baca majalan Movie Monthly. Di situ lagi ngebahas tentang film Batman yang selanjutnya: The Dark Knight.

Sumpah keren banget tuh film. Sebenernya, Batman itu emang jagoan gue dari kecil. Sampe-sampe gue dulu punya kaset lagu batman, yang nyanyiin salah satu penyanyi cilik di negeri ini.

Liriknya kalo ga salah:
Batman,
itu jagoanku.
Batman,
itu idolaku.
blah, blah, blah...

Pokoknya, Batman buat gue adalah jagoan yang paling masuk akal (selain Iron Man). Kenapa? Karena dia itu bener-bener manusia biasa yang jadi superhero cuman gara-gara dia punya modal. Maksudnya dia (Bruce Wayne) orang yang tajir. Jadi dia bisa bikin apa aja semau dia. Untungnya dia bikin gadget-gadget yang berguna buat ngalahin orang jahat, ngebantu orang yang lemah. Suatu hal yang amat sangatlah jarang dilakukan oleh orang tajir jaman sekarang. Gue udah ga sabar buat nonton Batman yang bakal liris pertengahan bulan depan (Juli).

Ada hal yang menarik dari promosi film The Dark Knight. Yaitu, marketingnya membuat banyak website yang berhubungan dengan film itu. Uniknya, website itu seakan-akan bener-bener suatu website yang dibuat oleh tokoh-tokoh yang ada di film itu.

Contohnya, www.thegothamtimes.com, yang isinya adalah versi digital dari harian yang ada di kota Gotham, yaitu The Gotham Times. Kerennya, ada website joke yang ceritanya dibuat sama joker, yaitu www.thehahahatimes.com. TheHaHaHaTimes.com itu isinya plesetan dari TheGothamTimes.com. Isinya sama, cuman itu udah dicoret-coret sama Joker. Ditambah-tambahin kata-kata yang lucu sama Joker.

Yang paling unik tapi simple ada di www.ibelieveinharveydenttoo.com. Pas dibuka websitenya pasti nampilin background item dengan cuma satu kalimat berwarna merah: Page not found. Tapi kalo semua halaman web itu di block, langsung muncul: HAHAHAHAHA. Itu buatan Joker, yang ngejek kampanye Harvey Dent di www.ibelieveinharveydent.com.

Selain empat website itu, masih ada banyak website yang seakan-akan nyata itu. Yang ngebuat orang ngebacanya seakan-akan ngerasain kalo Joker sama Batman itu bener-bener ada. Kalo mau liat yang lain, ada di sini.

Intinya, strategi promosi The Dark Knight gue bilang merupakan suatu strategi yang langka, unik juga kreatif.

Wednesday, June 4, 2008

Bajaj Kecoa Grande

Setelah sekian lama, akhirnya kemaren gue sama temen-temen gue untuk pertama kalinya nonton di MPX Grande. Emang, gue sama temen-temen gue emang norak, tapi itu menandakan kalo kita termasuk kelompok penonton film yang loyal sama Cineplex 21. Eheheheheh.

Berhubung MPX Grande yang berada di Pasaraya Blok M itu dekat dari rumah salah satu temen gue, Fika, maka kita pun berkumpul di rumah Fika. Oiya, jangan berpikiran kalo temen-temen yang gue maksud ini jumlahnya banyak sampe belasan gitu. Enggak, gue sama temen-temen gue (yang dasarnya sebenernya banyak) tiap jalan pasti maksimal cuman berempat. Ga tau kenapa ya, jarang banget kalo jalan bisa lebih dari segitu. Pasti tiap kalo mau lagi jalan bareng, ada aja yang inilah, itulah, ginilah, gitulah, ketulah dan berbagai macam alesan lainnya.

Kemaren yang hadir dalam perkumpulan maniak bioskop esek-esek itu adalah gue, Dono, Ijul sama Fika. Lalu, dari rumah Fika kita berempat merencanakan untuk naik kendaraan umum menuju Pasaraya yang sebenernya jaraknya hanya selemparan kancut.

Akhirnya bajaj dipilih untuk mengantarkan kita.

Ada satu kesalahan yang tidak dipikirkan oleh kita berempat sebelum memanggil dan menawar bajaj, yaitu, kita ga sadar kalo kita berempat dan salah satu di antara kita berbadan bison berkepala kingkong (si Dono).

Strategi penempatan ruang bajaj pun dipikirkan dan segera dilaksanakan. Dono yang badannya paling gede masuk duluan. Dono yang nawarin diri buat mangku Fika langsung ditolak mentah-mentah. Akhirnya Ijul rela disodomi dipangku Dono. Fika duduk di sebelah Dono, menyisakan ruang yang cuman selebar pantat kodok buat gue. Setelah dipaksa-paksa akhirnya pantat gue berhasil mendapatkan tempat.

Perjalanan dengan bajaj pun dimulai.

Sebenernya ke Pasaraya dari rumah Fika ga nyampe lima menit, tapi berhubung pas gue berangkat jalanan macet banget, jadi ke Pasaraya memakan waktu kurang lebih setengah jam.

Di tengah kemacetan itu Dono yang badannya paling gede tetep ga bisa diem. Tetep banyak omong sama banyak tingkah. Tiba-tiba,
"AAAAAAA!" Dono treak, badannya langsung naek.
Ijul yang lagi dipangku kelempar ke depan, nyangsang di pembatas ruang penumpang sama ruang pengemudi bajaj. Fika langsung latah jorok. Gue ngeliatin Dono.

"Kenapa sih lo?" tanya gue ke Dono.
Dono cuman megap-megap, kayak pengen ngomong sesuatu tapi ga bisa. Gue takut kalo Dono kesurupan hantu bajaj, temennya hantu ambulance.

Gue perhatiin gerak bibirnya Dono yang ngebentuk satu kalimat. Kayanya sih kalimat itu, 'Ada kecoa di badan gue!'

"Serius lo?? Hiiiiyyyy!" Fika histeris.
Dono ngangguk-ngangguk.
Ijul benerin kacamatanya yang melorot sambil ngomong, "Santai...."
Biji lu santai!

"Dimana? Dimana?" gue nanya Dono.
Dono masih belom bisa ngomong, nunjuk ke arah pantatnya pake tangan.
"HUAAAAAA!" Dono treak lagi, badannya menggeliat lagi. Ijul kelempar lagi.
Bajaj yang kita tumpangin jadi goyang-goyang kayak bajaj mesum.

Dono langsung ngambil hapenya nyenterin ke arah bangku buat nyari sang tersangka yang dalam hal ini adalah: kecoa. Tiba-tiba sang kecoa menampakkan antenanya.
"Itu! Itu! Itu kecoanya!" Dono treak lagi. Badannya yang gede jadi kliatan ga ada apa-apanya di hadapan sang kecoa malang itu.
"Hiyaaaa!" gue yang jijik sama kecoa langsung naikin pantat gue juga.
"Pukul! Cepetan pukul!" Fika nyuruh salah satu dari gue sama Dono buat mukul kecoa. Ijul masih nyangsang.
"Hah? Ga ah! Geli gue!" gue nolak untuk menjadi pembasmi kecoa.
"Tapi itu dia lari-lari mulu! Cepet pukul!" Fika masih terus ngasih semangat sambil duduk di pembatas penumpang sama supir bajaj.
Gue heran sama supir bajajnya, udah tau penumpangnya pada panik, dia tetep stay cool aja kayak kuli nyetir bajaj.

Akhirnya gue ngambil keputusan yang cukup berani: dudukin kecoa itu pake pantat gue.
Blesss!

Abis dudukin kecoa gue langsung berdiri lagi, gue liat kecoa udah ga ada.
"Liat pantat gue! Liat!" gue nunjukin pantat gue ke anak-anak, "Ada kecoa mejret gak??"
"Ga ada!" treak Fika.
"APA?? KECOANYA DIMANA KALO GITU??" gue histeris karena pengorbanan gue untuk memenyetkan kecoa jadi sia-sia.
"Ga tau! Masih ada yang pasti!" kata Dono sambil terus nyenterin kursi.
"Nih pake sepatu gue kalo kecoanya muncul lagi!" Fika ngasih sepatunya ke gue.
Gue ambil sepatu Fika sambil standby kalo sewaktu-waktu kecoa itu muncul lagi. Setelah 5 menit kita semua berada dalam posisi siap tempur (ga ada yang duduk di bangku penumpang), sang kecoa ga muncul lagi. Kita semua memberanikan diri buat duduk kembali di kursi.

Gue ngeliat keluar, orang-orang dari mobil banyak yang ngeliatin ke arah bajaj kita. Heran ada bajaj mesum di tengah kemacetan itu.

Yang jadi misteri hingga kini adalah: kemanakah kecoa itu setelah gue dudukin?

Kita semua yang di bajaj ga tau, sampe sebuah teori mistis muncul. Kemungkinan, kecoa itu adalah penunggu bajaj itu. Dialah hantu bajaj itu. Dia menampakkan wujudnya karena marah bajaj yang ditungguinya telah dinaiki oleh kita berempat tanpa permisi terlebih dahulu. Semenjak kejadian itu, entah kenapa, di sekitar dapur rumah gue jadi banyak kecoa.

Emm, sebenernya sih udah lama banyak kecoanya, tapi gue cuman pengen bikin lebih mistis aja.

Tuesday, June 3, 2008

Simple Photos

Setelah gue ngeliat hasil foto-foto proses syuting film indie gue yang kemaren, Life is Simple, ada satu scene yang paling gue suka. Yaitu, pas si BigGuy ribut gebukin Ijul. Sumpah tu adegan paling keren. Sebelom syuting si BigGuy emang udah bilang sama gue,
"Gus, nanti pas adegan gue ribut, lawannya yang banyak ya. Biar keliatan keren guenya," katanya sambil mamerin otot-ototnya.
"Iya dah, terserah," kata gue.
"Eh serius Gus, pokoknya lawannya jangan cuman satu. Tapi yang banyak, kesannya gue dikeroyok, tapi nanti gue bisa ngelawan mereka semua."
"Iye dah."

Akhirnya, pas syuting kita ga dapet banyak pemeran yang mau digebukin sama BigGuy yang badannya kayak badak debt collector itu. Tadinya, gue juga mau ikut jadi bagian dari aksi penggebukan BigGuy itu, tapi berhubung titit gue masih mau nikah, gue akhirnya membatalkan ide itu.

Jadi, yang bakalan jadi korban penzaliman BigGuy cuman si Ijul sama Beta. Yang paling parah adalah si Ijul, yang mukanya sempet ke tonjok beneran. He's the most pathetic stuntman I've ever seen. Kalo si Beta, dia cuman bagian buat dilempar sampe nyangsang ke pager.

Here is the picture,

Malo ditonjok Ijul.


Behh, mukanya Ijul.


Beta dibuat melayang sama BigGuy.


"Uhhh," Ijul tereak.


"BEM!" Bunyi pukulan BigGuy.


"Ahhh," Beta telap kayak layangan.


Si Ijul udah pasrah mau digebuk BigGuy.


BigGuy yang abis minum Irex jadi penuh birahi buat mukulin orang.


Akhirnya si Malo nahan BigGuy supaya ga jadi nyabulin Ijul.


Di samping foto-foto kekerasan di atas, ada juga beberapa foto penuh kegilaan yang terjadi selama syuting,

Kepribadian Dono yang lain mulai muncul.


Orang gila lagi ngaca. Waspadalah dengan yang satu ini!


Kembar siam yang tidak identik akan diospek.

Sunday, June 1, 2008

Bulan baru, semangat baru!

Ada beberapa hal yang membuat gue semangat untuk menjalani bulan Juni ini. Tapi, ada beberapa hal juga yang membuat gue sedikit merinding sampe kencing berdarah untuk meratapi bulan yang berisi 30 hari ini.

Mendingan dimulai dengan beberapa hal yang membuat gue kencing berdarah dulu aja kali ya.

Oke, ini bulan ujian. Mulai dari ujian praktikum yang semuanya akan datang dalam waktu dua minggu lagi, sampe ujian akhir semester (UAS) yang nongol tiga minggu lagi. Selain ujian-ujian terkutuk itu, ada juga hal yang bisa menyebabkan gue muntah dari udel, yaitu: deadline project Java.
Silit.

Diantara semua itu, hal yang paling gue benci adalah deadline project Java yang tinggal satu minggu itu. Ini disebabkan karena.. emm.. oke, gue males. Tapi gue juga punya pembelaan (beehh, kayak sidang perceraian aja pake pembelaan segala). Pembelaan gue adalah, temen gue yang bernama Joni (nama samaran) sebulan lalu mengatakan bahwa, dirinya akan mengerjakan project itu, seorang diri. Oke, gue ngasih kepercayaan sama dia walaupun sedikit ragu.

Gue ragu dari pengalaman gue sebelom-sebelomnya. Joni itu termasuk dalam kelompok bull shit. Dan ternyata keraguan itu menjadi kenyataan. Si Joni dua minggu lalu langsung sms ke gue, isinya dia udah pasrah sama project itu dan ngelempar masalah itu ke gue dengan gampangnya. Enak aja! Ngomongnya dulu gimana???

Gue ga mau, gue diemin aja tuh si Joni. Gue juga waktu itu lagi sibuk-sibuknya dengan hal ini dan hal itu yang ga mungkin gue sebutin satu-satu di sini. Alhasil, project gue sekarang ngegantung gitu aja kayak jemuran kancut bekas mimpi basah ga pernah diangkat 3 bulan.

Ada buruk, ada juga yang baik.

Selain hal-hal yang sangat amit-amit itu, gue juga punya beberapa hal yang menyenangkan untuk dikerjakan bulan ini.

Pertama, proses post-production film indie gue yang ketiga. Dan yang bikin gue semangat, di film ini bakal terlibat dua orang temen gue yang ahli dalam bidang musik buat ngebantu bikin score pengiring film sama soundtrack film gue. Mereka adalah Gerry (gitaris band Backalley), sama Wika (duta besar suku asmat untuk perwakilan di suku aborigin). Gue udah sempet denger sample score buatan Gerry. Ohh, masuk bener buat scene akhir. Gerry, you're so f***in genious! Buat soundtrack, gue udah minta Wika bikin sebuah lagu yang simple sesuai judul filmnya Life is Simple. Rencananya, Insya Allah lagu buatan Wika itu bakalan jadi opening di film indie gue itu.

Selain itu, buat editing film, akhirnya setelah konsultasi sama Angga (Sutradara), proses ini dipercayakan ke salah satu senior gue waktu sekolah yang sekarang juga udah mau mulai bikin film serius. Maksudnya, film gede, project gede, budget gede. Yang pasti, cepat atau lambat film dia bakal masuk ke cineplex.

Biar cuman film indie, tapi gue sama temen-temen gue bakal menggarap dengan serius banget. Bahkan salah satu asisten Hanung Bramantyo turut terlibat dalam proses pre-production. Hehehehe.

Yang bikin semangat selanjutnya adalah, salah satu temen gue, Wika. Mau ngebantuin gue buat mewujudkan salah satu cita-cita gue. Cita-cita gue itu adalah.. emm.. yah, mungkin bisa dibilang penulis novel. Hehehe.

Wika ini, emang temen dari salah satu penulis yang sekarang lagi ngetop-ngetopnya. Bukunya yang terakhir, kalo ga salah gue denger udah nyampe 3 kali cetak ulang dan terus bertambah. Siapa dia? Itu ga mau gue sebutin. Intinya, buat para blogger, pasti kenal sama dia. Salah seorang penulis sukses yang bermula dari kerjaan iseng nulis blog kayak kita gini. Tapi, tulisan gue ga bakal nyleneh kayak dia. Intinya, Wika udah bilang sama si penulis ini, dan penulisnya udah ngasih tau apa aja yang diperluin. Well, gue bakal berusaha. Sedikit informasi, gue ga akan menulis tentang personal literature yang bakal menjamur itu. I'm not writing on that. Gue nulis sesuatu cerita yang ringan, tapi serius dan perlu sedikit mikir sama penasaran. Hehehe. Semoga cita-cita gue ini bisa tercapai. Amin!

Terakhir, ini adalah bulan bola! Yeah! Euro 2008 udah di depan mata! Tinggal satu minggu lagi! Oke, emang Inggris ga lolos. Tapi bukan berarti gue ga bakalan nonton tuh Euro. Gue bakal tetep nonton. Harus. Mungkin ga ada Inggris, gue mau ga mau harus ngedukung Perancis. Di samping itu, gue juga ngeliat kayaknya Jerman sama Belanda juga oke. Yah, kita liat aja siapa yang juara nantinya.

Huaaahhhhh!

Dosen yang sangat (tidak) rajin

Hari ini hari Sabtu, gue kembali datang ke kampus untuk melaksanakan kewajiban gue sebagai mahasiswa, yaitu: eek. Bukan, gue ke kampus buat kuliah.

Seperti yang udah gue ceritain di dua postingan sebelumnya, ada satu kesamaan tentang kuliah gue yang hari Sabtu ini. Kesamaan itu adalah dosen yang berhalangan hadir. Dosen yang menciptakan sebuah rekor baru dengan tidak hadir selama dua minggu berturut-turut tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Dan akhirnya, tadi gue dateng ke kampus lagi. Tapi sebelom ke kampus gue udah punya feeling ga enak. Bener-bener ga enak. Rasanya kayak ngeliat Saipul Jamil striptease di tiang listrik di tengah siang bolong yang panas.

Tapi, gue tetep jalan atas dasar gue sebagai seorang laki-laki yang harus mempertanggung jawabkan semua kewajibannya.

Parahnya, gue yang mestinya kuliah jam 11:20, baru bisa melek dari alam mimpi gue jam 11:00. Ga mungkin gue makan, berak, mandi, eek sama ngupil hanya dalam waktu 20 menit. Gue pasrah. Gue akhirnya menetapkan sebuah keputusan: datang terlambat.

Ciri mahasiswa yang teladan malas.

Gue baru berangkat dari rumah jam setengah satu siang. Hehehehe.

Ada satu hal yang di luar perkiraan dan perhitungan gue selama perjalanan ke kampus. Hal itu adalah kemacetan di Sabtu siang. Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh!

Mestinya gue nyampe kampus hanya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, alias 20 menit. Tapi ini berubah menjadi 45 menit. Dikarenakan para supir angkot yang banyak ngetem. Heran gue, udah tau BBM naek masih aja mereka doyan ngetem. Kan boros bensin! Geblek.

Bay de wey, gue ngedukung keputusan pemerintah buat naikin harga BBM. Buat gue, kenaikan harga BBM itu adalah suatu kemajuan. Mau sampe kapan kita hidup dari subsidi pemerintah? Kapan kita mau jadi bangsa yang mandiri kalo rakyatnya aja masih bergantung sama subsidi? Menurut gue, subsidi BBM baiknya dialihin ke bidang yang lain. Misalnya, pendidikan. Daripada BBM yang ga berguna. Malah nambah polusi doang. (Gue bukan aktivis Stop Global Warming, tapi gue cuman pusing aja banyak polusi di jalan.)

Balik ke cerita gue.
Gue nyampe kampus langsung naik ke lantai lima kampus gue. Gue jalan buru-buru ke arah kelas gue, ruang 502. Gue tau gue udah telat kuliah satu shift, tapi gue tetep pede. Sepede Saipul Jamil nyalonin diri jadi Wakil Walikota Serang. (Saipul Jamil melulu nih.)

Di pintu ruang 502 ada kertas putih yang menempel. Feeling ga enak gue mulai terbukti. Gue terus mendekati kertas itu. Dan ternyata benar: dosen berhalangan hadir (lagi).

Kampreeeeettttt!

3 minggu berturut-turut dia ga masuk! Gila! Mau brapa kali nih kuliah pengganti gue! Buang-buang waktu aja! Ngehe!

Intinya, sabar dan ikhlas.