Monday, March 24, 2008

Basa yang terlalu basi

Hari ini gue kuliah sore, jam 17:20. Tapi, seperti biasa gue baru jalan jam 5 lewat. Teladan sekali bukan? Oke. Gue itu juga harus ngisi bensin motor gue dulu, dan bodohnya lagi. Gue baru nyadar, kalo gue ga nyimpen duit di dompet gue. Mau ga mau, gue harus ke ATM. Untung ATMnya ada di pom bensin, deket rumah gue.

Akhirnya, gue berangkat. Jalanan udah mulai macet sama orang yang baru pada pulang kerja. Udah kaya batman aja gue, orang pulang, gue baru brangkat, baru mulai aktifitas. Sampenya di pom bensin, gue langsung ngarahin si belalang tempur gue ke arah ATM. 'Kayanya ngantri tuh', pikir gue, ngeliat ada 3 mobil di depan ATM. Gue langsung ngarahin motor gue ke sela-sela mobil-mobil itu. Pas gue mau brenti, gue liat ada cewe pake kaos putih sama celana yang cukup pendek berwarna merah di depan ATM.

Setelah gue perhatiin, ternyata temen SMA gue! Sial! Sebenernya sih ga apa-apa. Tapi, masalahnya, gue lupa nama tu orang. Haduh! Gimana ini? Yang gue inget tu cewek dulu dapet julukan pantat, karena emang pantatnya yang mundur ke belakang. Mo sok asik nyapa, kan gue lupa namanya. Masa gue manggilnya "Tat, tat, apa kabar pantat lo?". --'

Akhirnya, gue sok-sok markir motor gue rada lamaan sambil nginget-nginget namanya. Dan baru kali ini gue brenti buat ke ATM naek motor sampe pake standart 2 buat parkir. Wasting time lah. Abis gue masang tu standart motor gue, gue masih belom inget juga namanya, SIAL! Akhirnya, gue lama-lamain buka helm, garuk-garuk kepala, naro helm di jok dengan gerakan yang amat sangat lambat. Lucky me! Gue inget namanya! Her name is Anggi.

Gue jalan ke depan ATM, "Anggi!", sapa gue. Si Anggi yang lagi bengong mikirin sesuatu, mungkin dia juga sempet liat gue pas naro helm, trus mungkin dia lupa juga nama gue, makanya dia mikir siapa nama gue.

"Eh...", katanya. Abis itu langsung dia ngadep ke atas trus merem.
Kan bener, lupa juga nama gue. Sumpah, paling males gue keadaan kaya gitu. Andaikan gue punya ilmu ngilang, gue langsung ngilang aja dah mendingan biar disangka tadi dia cuma ngigo. Ngigo sore-sore! Dodol!

"Bagus nggi..", akhirnya gue bilang nama gue, daripada dia merem terus sampe besok pagi cuma buat nginget nama gue.

"Oiya Bagus! Darimana lo?", basa basi ga penting dimulai.
"Rumah, mo ke kampus", basa-basi berlanjut. "Sama siapa lo?", gue melanjutkan basa-basi ga penting itu.
"Sama ade gue", sembari menunjuk Yaris merah yang isinya ABG cowok yang lagi ngliatin gue. Mungkin di pikiran dia, gue mau merkosa kakaknya. Sialan! Biar muka gue jahat, tapi hati gue sebening udara!
"Oohh, ngapain lo?", haduh! Bodoh! Makin ga penting! Udah tau dia mo ngambil duit di ATM!
"Ngambil duit", katanya. Kan bener! Buat apa gue nanya itu. "Kampus lo dimana sih?"
"Binus", jawab gue.
"Oohh, yang di itu ya..Apa tu namanya?", dia mulai ngadep atas trus merem lagi, mikir.
"Rawabelong", gue nyadarin dia lagi. Bener-bener basa-basi yang ga penting. Dia pasti tau. Cuma gara-gara under pressure ga tau harus basa-basi gimana lagi sama gue, dia sampe lupa dimana kampus gue.
"Oiya! Kan jauh tu!", katanya
HAH! JAUH! Apa kabar dengan trisakti?! UI?! ITB?! UGM?! OXFORD?! HARVARD?! Dibilang itu deket? Diri gue yang ada di dalem tubuh gue cuma geleng-geleng.
"Ah ga juga ko", gue membela diri. Si Anggi cuma ketawa dikit.
"Lama ya tu orang", kata gue ngalihin pembicaraan. Tapi emang ibu-ibu yang ada di dalem ATM lama bener! Sial! Cepetan! Gue males berbasa-basi ga penting lagi! Tu ibu-ibu akhirnya buka pintu.
"Ko kartu saya ketelen ya?", kata ibu-ibu itu di depan pintu kaca. DENG! Udah ngabisin waktu buat percakapan ga penting! Sekarang ATM ga berfungsi! Makin ga penting gue dateng ke ATM!
"Hah?", si Anggi dengan polosnya cuma bilang kaya gitu. Tapi ibu-ibu itu langsung masuk lagi ke dalem box ATM. 1 menit kemudian. Ibu-ibu itu akhirnya keluar, ngasih tau kalo rada lama buat ngambil duit.

Ga apa-apa deh! Yang penting si pantat, eh maksud gue Anggi, masuk ke ATM! Daripada gue basa-basi ga jelas mending gue sendirian di luar. Akhirnya si Anggi masuk. Finnaly! Sigh!

Gue nunggu di depan pintu, gue liat lagi mobil Anggi. Shit! Adenya masih aja ngeliatin gue. Akhirnya dengan tampang sok manis gue senyumin. Eh! Dia buang muka! Apalagi sekarang yang ada di pikirannya?! Gue homo?! Kampreeeeeeeeeeettttttttttttttt!

"Gus, ko ATMnya lama ya?", tiba-tiba muka dia nongol dari balik pintu kaya orang ngintip.
Lah? Terus? Gue suruh benerin gituh? Ckckckckck. Ternyata setelah disangka pemerkosa+gay sama adenya, gue juga disangka tukang servis ATM sama si Anggi. Abis ini apa lagi? Tukang kredit?

"Hoh?", jawab gue. Dan kejadian ini pun berlanjut seperti ibu-ibu yang tadi. Anggi langsung masuk lagi. Gue dikacangin. Akhirnya dia kluar, dari box kaca itu.
"Bisa nggi?", tanya gue.
"Bisa ko, cuma rada lama aja"
"Sip deh!", fiuhhh!
"Bagus, gue duluan ya", katanya sambil nglambain tangannya.
"Oke-oke!", kata gue sambil bersyukur dalem hati karena masa basa-basi telah selesai.

Akhirnya gue masuk, berharap supaya ni ATM ga lemot, udah jam 17:16! 4 menit lagi kelas gue di kampus udah mulai! Nah! Untungnya, kayanya ni ATM abis liat pantatnya temen gue langsung seger. Ga sampe 1 menit tuh duit udah keluar. Hahahahahahahahahaha!

Hikmah yang gue ambil dari kejadian ini, gue harus afalin nama semua temen gue. Kalo perlu gue liatin satu-satu di buku taunan ato friendster biat gue ga terlalu terjebak dalam basa-basi ga jelas kaya tadi.

Sigh!

Sunday, March 2, 2008

Sensasi seorang Farida Fatma

Saking ga ada kerjaannya gw, beberapa hari ini dengan amat sangat terpaksa gw mencoba nonton Infotainment, yang selanjutnya akan gw sebut sebagai "acara gosip", hal yang paling menjijikkan buat gw. Tapi kadang gw ngerasa terhibur juga dengan adanya acara gosip itu. Yah bisa dibilang jadi reality show yang mempertontonkan kebodohan, keangkuhan, kesombongan dan (maaf) kenorakan dari para artis tercinta Ibu Kota. Gw ga mencintai si sebenernya, tapi biar mereka merasa dihormatin jadi gw bilang begitu.

Nah, pas gw nonton akhir-akhir ini, orang yang bikin heboh kali ini adalah Ny. Farida Fatma, alias Ibu kandung dari artis Kiki Fatmala. Ga tau kenapa ya, itu Ny. Farida kayanya emang pinter nyari sensasi ya. Kira-kira 2 tahun lalu dia bikin heboh dengan mengutuk Kiki Fatmala, anak kandungnya sendiri di depan para pencari gosip .Gw ga menyebut para pencari gosip sebagai wartawan gosip, karena para wartawan yang "sebenarnya" tidak mau disamakan status ke-wartawanan-nya dengan para pencari gosip ini.

Balik ke kasus Ny. Farida vs Kiki Fatmala 2 tahun yang lalu, saat itu kutukan yang diberikan Ny. Farida terhadap Kiki Fatmala adalah, "Saya sumpahi dia tidak akan bisa punya anak selamanya! Biar semua orang tahu, Kiki itu anak durhaka. Saya sumpahi dia!". Selain kata-kata itu ada juga kata yang heboh, yang sering menjadi quote bagi banyak orang pada saati itu, "20 tahun saya..bla..bla..bla!". Kata-kata itu sama hebohnya dengan kata-kata Cinta Laura yang, "Udah ujyan, ga ada ojyek, becyek!", menggelikan.

Di tahun 2008 ini, Ny. Farida Fatma kembali membuat sebuah sensasi. Kali ini ia mengatakan di depan para pencari gosip bahwa ia sedang sakit dan membutuhkan uang, tetapi anaknya, Kiki Fatmala seakan-akan tidak peduli terhadapnya. Akhirnya ia menggadaikan rukonya yang seharga kira-kira Rp 1 Miliar kepada Ahmad Dhani untuk mendapatkan pinjaman senilai Rp 50 Juta "saja". Dengan memasang muka yang memelas di depan kamera para pencari gosip ia membuat sensasi yang mungkin bermaksud mengambil hati para masyarakat. Tapi mungkin masyarakat yang pada umumnya sudah mencap Ny. Farida sebagai biang sensasi, menganggap itu hanyalah awal dari segala sensasi yang akan ia tebarkan lagi.

Lalu mungkin Kiki Fatmala yang pada akhirnya malu melihat Ibunya bertingkah seperti itu, mendatangi kediaman dari Ibu kandungnya tersebut, dengan para pencari gosip tentunya. Pada saat mereka bertemu di ruang tidur Ny. Farida Fatma, makin terlihat bahwa Ny. Farida Fatma adalah seorang drama queen. Di situ ia menolak mentah-mentah rajukan anaknya, padahal yang sebelumnya ia begitu ingin menemui anaknya, tetapi pada saat ditemui ia malah "bertingkah" seperti itu.

Heran. Tapi ya itulah manusia. Dalam hal ini seorang Ibu tua yang tinggal sendiri, Ibu dari seorang artis Ibu Kota ini. Seorang Ibu yang sebenarnya hanya membutuhkan perhatian dari anak yang dicintainya, tetapi tidak tahu cara menyampaikannya. Yang pada akhirnya ia melakukan sesuatu yang sangatlah mencerminkan seseorang yang sudah frustasi, mencari sensasi, demi sebuah kebutuhan yang sangat ingin dimilikinya pada masa tuanya seperti ini, yaitu perhatian.

Saturday, March 1, 2008

Manipulasi Media?

Baru-baru ini di berita lagi heboh sebuah kabar yang membuat masyrakat resah untuk kesekian kalinya. Setelah dulu masyarakat pernah dibuat gempar dengan adanya larangan untuk beberapa merk minuman kemasan, sekarang masyarakat kembali diguncanga dengan adanya temuan bakteri Enterobacter Sakazakii pada susu bubuk formula untuk bayi.

Temuan yang didasarkan dari penelitian yang dilakukan oleh IPB ini sempat membuat masyarakat heboh. Lagi, media mampu memanipulasi masyarakat. Ternyata setelah gw cari informasinya, penelitian itu dilakukan pada tahun 2003. Jadi, kalau mau dibilang, sekarang susu bubuk formula yang tercemar bakteri tersebut sudah tidak ada di pasaran lagi.

Kalaupun ada, sebenarnya bakteri itu tidak berbahaya bagi bayi dengan kondisi normal. Kata seorang pakar yang pernah gw dengar di TV beberapa hari yang lalu, bakteri tersebut hanya akan menyerang pada bayi dengan kondisi lemah, seperti lahir prematur, berat kelahiran kurang dari 2000 gram, dan bayi yang dilahirkan oleh seorang Ibu yang mengidap HIV.

Yang gw heran, buat apa si sebenernya berita itu disebarluaskan lagi. Buat apa IPB melakukan penelitian itu. Itu emang udah tugasnya masing-masing si. Media tugasnya untuk menyebarkan berita, tapi seharusnya memberikan informasi yang benar juga, jangan hanya memberi berita yang setengah-setengah. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada banyak pihak, tapi menurut gw, media itu sekarang cenderung lebih memanipulasi pikiran masyarakat yang pada akhirnya membuat masyarakat hidup dengan penuh rasa ketakutan dan was-was.

Lalu, para peneliti itu juga memang melakukan tugasnya. Tapi ada baiknya mereka jangan membesar-besarkan temuan buruk yang hanya sedikit, lalu menutup-nutupi temuan baik yang ternyata sangat banyak. Teruskanlah penelitian. Penelitian yang berguna untuk umat manusia.

Yah pada akhirnya, gw cuma mau bilang. Kita sebagai masyarakat yang mengkonsumsi media, ada baiknya tidak terlalu percaya dulu dengan isinya. Karena bisa saja itu hanya manipulasi, walaupun banyak juga yang memberi informasi yang sangat berguna. Kembali ke kita, kita harus pintar memilah-milah informasi tersebut.